Kamis, 15 September 2011

Di balik kelemahan manusia (nyoba postingan serius)

Kali ini gw lagi mau nyoba posting dengan bener. Terkadang keadaan serius itu bisa dateng tiba-tiba aja, tanpa di duga. Kaya misalnya hujan hari ini. Padahal tadi siang itu cuacanya beda 180 drajat dari cuaca sore. Pas siang itu matahari kelewatan panas, ampe-ampe rasanya gw itu pengen meledakin matahari. Dan sama sekali engga ada angin yang bisa bikin ilang kringet dikit.

Gak lama, waktu udah agak sore, udah mulai keliatan sedikit mendung. Di tambah sama angin yang udah mulai sepoi-sepoi, membuat daun-daun di pohon palem depan studio 28 goyang-goyang. Dalem hati gw bilang "udah ngajakin damai nih hari". Gw udah bikin rencana mau ngopi sambil nikmatin ujan pertama di bulan september ini. Tapi, ternyata di luar rencana. Hujan nya engga bersahabat banget, sama kaya matahari tadi siang yang ngajakin berantem. Hujan nya itu bisa di bilang mirip dikit sama badai yang skalanya di perkecil yang ada di filem  nya Pirates Of Carribean. Sampe-sampe salah satu temen gw bilang di twitter, nanggepin dari twit gw yang sebelumnya. Dia bilang Jakarta lagi di serang sama UFO. Soalnya angin nya itu bener-bener ngajakin tawuran.

Sampe gw sempet berfikir kalo gw barusan ngeliat sempak yang terbang kebawa angin, mungkin lebih tepat nya G-String, ato cuman kantong plastik kresek doang yang kebawa angin. Engga tau deh, bentuk nya sih mirip.

Dan cuaca ini juga yang akhirnya bikin gw juga menjadi orang yang kadar keseriusan nya tiba-tiba meningkat. Manusia itu emang gampang berubah-ubah. Kemarin malam, gw sempet buka obrolan sama salah satu teman, dan juga bisa dibilang teman gw itu lebih faham masalah mengenai filosofi manusia dibandingkan sama gw sendiri (mungkin karena dia udah hidup lebih lama dari gw, dan gw sendiri juga engga pernah sedikitpun nyentuh yang namanya filosofi). Teman gw itu bilang ke gw kalo manusia itu adalah makhluk yang lemah.


Sebenernya awal dari obrolan ngalor-ngidul itu gw juga sedikit lupa. Tapi yang paling bikin gw tertarik pengen ngobrol terus ya waktu dia bilang kalo manusia itu adalah makhluk yang lemah, dan dia juga bilang semua manusia itu seharus nya sama, tidak ada yang lebih tinggi maupun yang di bawah. Tapi kalo di liat dari kenyataan nya berbeda.

Mungkin ada yang pernah denger kata Rastafari ?. Itu salah satu faham juga yang adanya di negara Jamaica. Di dalam rastafari itu selalu ada ungkapan : no man above nor bellow. Yang artinya manusia itu semuanya sejajar, engga ada yang diatas engga ada yang dibawah, semua nya sejajar, dan samarata. Asik ya kalo semua nya bisa gitu. Tapi faham ini mentah-mentah di tolak sama kaum Eropa, dengan dalih NORMA. Sebuah etika yang menghormati orang yang lebih tua, atau orang yang berpengalaman banyak dan orang-orang yang menganggap dirinya adalah orang bijak. Begitu juga dengan kebudayaan Timur yang engga jauh berbeda dengan dalih yang di gunakan bangsa Eropa buat menggenjet faham dari Rastafari tersebut.

Tapi kalo mau di pikir, kaum-kaum Rastafari itu sendiri engga memaksakan bahwa faham nya mereka lah yang benar. Dari awal mereka tidak pernah melakukan hal-hal tersebut. Hanya bangsa Eropa yang merasa kalau mereka itu adalah bangsa yang merasa kedudukannya itu diatas dari bangsa-bangsa yang lainnya.

Nah, lain lagi ceritanya kalo mencerna kata dari "manusia adalah makhluk yang lemah" dari segi religius.
Kalau melihat ini dari segipandang religius, ya tidak bisa di bantah bahwa manusia itu adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan-nya. Ya iya lah, secara dibadndingin nya sama Tuhan. Orang beragama mana sih yang bisa bilang kalo dia berani menentang sama Tuhan nya?. Dari situlah biasanya orang-orang yang lebih bisa melihat bahwa memang benar dirinya itu sebagai manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhannya. Belum lagi di tambah dengan dosa-dosa yang sudah dilakukan oleh manusianya itu sendiri, harusnya di tambah lagi kalo udah begini, jadi " manusia yang lemah dan juga hina plus kotor dan jorok ".

Tapi bukan masalah religius yang mau gw bahas. Di sini gw pengen membahas, melalui sudut pandang manusianya itu sendiri. Kenapa manusia bisa di bilang lemah antara manusia-manusia yang lain nya? Berarti di situ ada yang namanya status kedudukan atau Jabatan atau Posisi Sosial yang pada akhirnya cuman menjadi perbandingan siapa yang lebih kuat dan siapa yang bisa di injek-injek.

Dan dari status sosial itu sendiri yang menjadi pembuktian bahwa dirinya itu tidak lemah. Setiap manusia itu sendiri tidak akan ada yang mau mengakui kepada manusia lainya kalau dirinya itu lemah. Itu udah jadi salah satu sifat psikologis manusia-nya sendiri. Seorang individu tidak akan pernah mengakui kelemahan nya kepada individu lain, karena akan takut terbentuk sebuah pikiran yang mengatakan bahwa individu tersebut adalah individu yang lemah dan tidak bisa menjalani hidupnya tanpa bantuan dari individu lainya.


Hal ini juga engga lepas dari yang namanya Gengsi. Gengsi untuk mengakui dirinya membutuhkan bantuan dari orang lain. Nah kalo yang ini udah melebar lagi nih, biasanya orang-orang yang Gengsi-an dalam mengakui kelemahan dirinya itu memliki dua kriteria sebagai berikut : yang pertama adalah orang yang merasa dirinya pintar, dan yang ke dua adalah orang yang juga merasa dirinya berpendidikan. Kalo dua kriteria itu engga ada yang cocok, mungkin ada satu lagi tambahan kriteria nya : orang yang samasekali tidak berpendidikan apa-apa tetapi memiliki pengalaman segudang. Orang-orang yang begini nih yang biasanya gengsi untuk mengakui kelemahan dirinya sendiri. Malah kebanyakan dia akan menutupi kelemahan tersebut yang akhirnya malah membuat dia keliatan lemah.

Dan lebih banyak lagi orang-orang yang di percayakan dengan posisi atau jabatan yang tinggi. Padahal kalau dibilang kompeten untuk mengisi posisi tersebut jauh dari kata tidak. Mereka akan merasa dirinya "lebih" di bandingkan dengan orang-orang yang posisi nya di bawah mereka. Dan mereka biasanya akan menjadi luar biasa pintar, padahal biasa aja. Banyak orang yang sudah di berikan posisi tinggi bilang akan membantu mereka yang berada di bawahnya. Kenyataannya kebanyakan orang itu bakalan menjadi sedikit besar kepala apabila di berikan sesuatu kekuasaan yang besar. Hal tersebut secara tidak langsung akan membuat seseorang menutupi kelemahan nya. Padahal kalau orang yang berada di atas mengakui kelemahannya, belum tentu orang yang di bawah nya itu jadi meremehkan atau malah menjelek-jelekan orang tersebut. Sebaliknya, kalau orang yang berada di posisi tertinggi bersikap menutupi kelemahan nya dengan berlagak pintar, itu bakal kelihatan kalau orang tersebut sangat lemah.

Nah pada intinya gw bermaksud disini untuk tidak menutupi kelemahan kalian masing-masing. Bagi orang yang berani mengungkapkan kelemahan nya di depan orang lain, dan juga di imbangi dengan sikap bijak, yaitu membantu kelemahan orang lain dengan kelebihan yang di milikinya, bukan malahan menjadikan kelemahan seseorang itu untuk menginjak-injak orang tersebut dan menjatuhkan di depan lingkungan sosial dari situ bakal bisa dilihat mana dia individiual yang kuat ! Individu yang kuat adalah individu yang berani mengakui kelemahan nya, bukan malah menutup-nutupinya.

(panjang juga ya postingan kali ini, padahal mah belum tentu isi nya padet. Terkadang menjadi serius itu menyenangkan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar